Hai semua. Selamat dating di tulisan kesembilan yang ternyata baru sempat ditulis di hari kesebelas. Wkwk. Well, in case ada yang penasaran kenapa telat, jawabannya yaa pertama males, kedua matlis jadi yaa gitu deh.
Yaudah langsung aja masuk ke pembahasan kita hari ini, yaitu tentang Happiness atau Kebahagiaan. Jadi di tema kali ini kayanya sih aku diminta buat ngejelasin tentang makna kebahagiaan. Apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara untuk mendapatkannya?
Menurutku, kebahagiaan adalah ketika kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Entah itu sekadar permen gopean atau bahkan pasangan yang sesuai dengan harapan. Cara untuk mendapat kebahagiaan itu ya dengan kita mendapat sesuatu yang kita inginkan tersebut.
Misal kita pengen crepes coklat, nah cara biar bahagia ya dengan mendapat crepes coklat. Misal lagi kita pengen punya pacar, ya kebahagiaan kita adalah ketika kita punya pacar. Sekadar punya pacar aja loh ya, tanpa kriteria. Kalo punya kriteria ya sumber kebahagiaannya adalah ketika dapet pacar atau pasangan yang sesuai kriteria. Ada yang sumber kebahagiaannya ada di orang tuanya, keluarganya, ada juga yang bersumber dari dirinya sendiri. Well, kebahagiaan kan subjektif ya. Tiap orang punya sumber kebahagiaan mereka masing-masing.
Aku? Sumber kebahagiaanku? Ya udah kujawab sih kayanya beberapa hari yang lalu. Kalian cek aja postinganku yang awal-awal. Ini juga masih awal sih, maksudku yang awal banget aku nulis DWC.
So, karena pembahasan soal My Happiness sudah terbahas, dan soal Happiness itu sendiri juga udah terjawab, jadi saatnya kita tutup pembahasan hari ini atau tepatnya pembahasan kali ini. Pendek ya? Well, kuakui tulisan-tulisan yang aku skip ini kayanya bakal jadi yang terpendek di antara tulisan yang lain. Terima kasih buat yang udah baca, sampai jumpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar