Rabu, 18 November 2020

Day 11. My Siblings (11/30 DWC)

Hai semua. Aku bolos lagi ya? Hehe. Maaf, magernya lagi kumat terus. So, sekarang aku mau nerusin tulisan yang kemaren-kemaren, seperti biasa. So, tulisan kali ini adalah tentang My Siblings atau saudara-saudaraku.

Buat yang belum tau, aku adalah anak terakhir dari lima bersaudara. Kakakku semua udah nikah kecuali yang anak ketiga karena meninggal duluan. Sedangkan aku masih gini-gini aja. Beberapa bulan lalu sempet sih pengen nikah, tapi ga jadi karena beberapa hal. Yaudah langsung aja kita masuk ke pembahasan.

Kakakku yang pertama adalah satu-satunya perempuan di antara kami berlima. Sekarang anaknya dua, dan kemungkinan sih ga akan nambah lagi karena dua-duanya sudah SMP. Belum termasuk faktor ekonomi ya. Usianya terpaut 20 taunan sama aku, bahkan ada temen SD kakakku yang anaknya sekelas denganku sewaktu SD.

Next, kakak keduaku. Kakak laki tertua di keluargaku. Secara kepribadian, beliau ini yang paling tegas dan banyak sifatnya yang dulu aku kurang suka. Misal ibuku kan hoarder, nah kakakku ini tipe yang barang-barang ya sekali pakai. Dulu aku ga suka kakakku karena mudah membuang barang, walau ternyata emang harusnya gitu sih. Trus kakak keduaku ini kan wafat usia 30an dengan meninggalkan satu anak. Nah, semasa hidupnya, dulu beliau satu-satunya angota keluargaku yang bisa nyetir.

Selanjutnya kakak ketigaku yang juga anak tengah di keluargaku. Sebenernya aku ga punya banyak kesan soal beliau. Yang aku ingat adalah beliau ini orang yang menyebalkan. Suka ganggu aku saat nonton film sore-sore, suka jawab kata-kata ibuku dengan “oh gitu ya mah” tapi ga dilakuin, dll. Beliau meninggal saat sedang kuliah jadi usianya masih muda saat itu. Waktu beliau meninggal, usiaku 10 taunan, kelas 4 waktu itu. Jadi ga banyak kenangan yang berkesan dengan beliau.

Terakhir, kakak terakhirku dan termuda di antara para kakakku. Walaupun termuda, tapi anaknya paling banyak sih. Sekarang aja udah punya anak 3. Orang pertama yang bisa nyetir di keluargaku setelah kakak keduaku meninggal. Pertama dan mungkin juga satu-satunya karena aku mulai belajar nyetir juga setelah beliau tinggal di rumah mertuanya di Sulawesi. Well, sodara yang bisa dibilang paling akrab dan aku paling bisa relate ya kakakku ini sih. Dan masih banyak lagi of course.

Sepertinya tulisan kali ini aku cukupkan segini aja. Ternyata pendek juga ya. Kukira bakal panjang seperti sebelumnya. Ga tau hari ini bakal double post seperti sebelumnya atau cuma satu ini, liat nanti. Yaudah gaes. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Bye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar