Jumat, 06 November 2020

Day 1. My Personality Description (1/30 DWC)

Oke. So, this is the first day of 30 Days Writing Challenge. Biar simple, aku bakal kasih awalan 30DWC di post2 di tema ini. Doakan saja semoga sih bisa rutin ya walau jamnya ga menentu. Hehe. 


Oke, so.. untuk tema hari ini adalah deskripsi tentang diriku ya? Katanya sih, diri kita adalah yang paling tau tentang siapa kita. Apa yang orang lain lihat tentang kita adalah perwujudan dari segala yang terjadi dalam hidup kita. Kita juga bisa memilih ingin terlihat sebagai orang yang seperti apa di hadapan orang-orang. 


So, who am I? Perkenalkan, namaku Zaky. When I wrote this, usiaku 25 tahun. Aku terlahir di Purwokerto (sekarang masuk Kab. Banyumas) pada bulan Maret 1995. Aku adalah anak terakhir dari lima bersaudara, tapi yang 2 udah almarhum jadi sekarang tinggal 3 bersaudara. Kedua orang tuaku Alhamdulillah masih utuh dan sehat semua. Aku saat ini tinggal bersama kedua ortu mengingat statusku yang saat ini masih pengangguran. Aku belum menikah, sempet mau nikah sih tapi ga jadi. 


Dua puluh lima tahun hidup di Bumi, ada banyak hal yang udah kualami dan kulewati dalam hidup. Aku tinggal di rumah yang sama dari lahir. Kalopun ada yang beda paling beda bentuk rumah. Kebetulan aku terlahir di tempat dimana ortu udah menetap di rumah sendiri, bukan ngontrak lagi. Jadi dari aku kecil sampai sekarang ya lingkungan pergaulanku ya di sini-sini aja. Pergaulanku relatif sempit juga sih. Aku tipe orang yang malas bereksplorasi dan mencari lingkungan pertemanan baru. 


Next, sekolahku ya. Perjalanan studiku bermulai dari TK Diponegoro 3, lanjut ke SD N 2 Karangklesem, lalu SMP Negeri 8 Purwokerto, abis itu SMA Negeri 2 Purwokerto, dan terakhir di Unsoed Purwokerto. Perjalanan studiku bisa dibilang relatif normal sih. Ga ada yang wah wah amat. Eh, ada sih. Waktu mau masuk SMP, kebetulan aku terpilih untuk masuk kelas bilingual tapi ga diambil karena alasan biaya. Masuk fase SMA, aku terpilih masuk kelas akselerasi dan diambil karena memang secara biaya pun saat itu ga ada perbedaan. Well, but the cost is my mental health, hahaha. Awal-awal aku ngalamin stress dari sini kayanya. Banyak tekanan yang baru kurasain imbasnya sebenernya malah setelah kuliah. 


Masa-masa kuliah aku pengen cerita agak panjang jadi aku pisah aja di sini. Bisa dibilang, perjalanan hidup terpanjang ya masa kuliah sih. Banyak perubahan dan culture shock yang kualami. Mulai dari lingkungan kampus yang bener-bener baru buatku padahal masih sekota. Teman-teman yang berasal dari berbagai kota asal dengan aneka karakter dan latar belakang. Mulai ngalamin yang namanya akrab dan bergaul sama senior. Adik tingkat juga sih, cuma aku lumayan shock banget ya itu. Banyak hal baru, banyak hal yang mendadak banget jadi dipelajari. Dunia kuliah terlalu kompleks buat diceritakan. Mungkin kapan-kapan bakal jadi tulisan tersendiri. 


Setelah lulus kuliah, masuk ke dunia kerja. Ya walaupun saat ini aku berstatus pengangguran, setidaknya aku punya pengalaman kerja. Pertama kerja tuh aku jadi tentor di satu bimbel, di sini bisa dibilang gajiku kecil banget sih. So, lebih layak disebut part time daripada full time. Trus menjelang wisuda dan awal setelah lulus aku sempet kerja jualan kompor gas. Jeda agak lama, aku kerja lagi ngebimbel anak SD tapi sebentar aja sih. Terakhir aku kerja di rumah makan sate taichan di Jogja. Untuk sekarang, aku lagi nggantung sih. Aku ada sebenernya kerjaan, satu masih pending karena di instansi yang sedang dalam proses pembuatan. Satunya lagi, nggantung karena perkuliahan masih online. Jadi daripada bingung mending aku coba lamar2 kerjaan lain deh. Semoga sih bisa gol. 


Yaudah gaes kayanya segitu aja untuk tulisan hari ini. Maaf banget kalo banyak yang nggantung. Doakan saja semoga bisa rutin dan bisa berkelanjutan. Si ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar