Jumat, 13 November 2020

Day 8. The Power of Music (8/30 DWC)

Bismillah.. hah.. wkwk.

Sudah mulai ga niat nulis sepertinya bung. Wkwk. Makanya upload malem terus. So.. tema kita pada malam hari ini adalah The Power of Music. Kekuatan Musik.

Jadi kalo sebelum-sebelumnya kita bahas hal-hal yang ada di lingkungan sekitarku atau tentang diriku, kali ini kita akan membahas tentang sebuah topik. Yang mana pada pembahasan kali ini kita akan bahas soal musik. Kekuatan musik ya?

Let’s see. Musik itu, ada macam-macam genre ya. Rock, pop, dangdut, koplo, reggae, dll. Menurutku, tiap genre dan tiap tema memberi energi yang berbeda. Aku suka rock karena bisa naikin mood, bikin hype, kadang naikin adrenal, kadang jadi bantu luapin emosi yang ketahan di pikiran, dsb. Kalo musik pop, yang kusuka adalah santainya. Pembawaannya yang relax, santai, kadang ada juga yang fun, tergantung tema sih. Lagu pop yang mellow aku ga suka, apalagi kalo temanya kesedihan entah karena patah hati, patah semangat, atau lainnya. Sekarang lagu pop ada aneka bahasa ya, termasuk bahasa jawa. Aku sukanya ini sih. Trus lagu koplo sama reggae ya? Aku bukan penikmat dua genre ini sih. Alasannya.. apa ya? Terlalu swaying gitu. Ya dari tema dan hal-hal yang khas dari dua genre ini sih. Reggae yang lagunya seperti dibuat orang mabuk trus lagu koplo dan sisternya (dangdut) yang identik dengan joget-joget itu aku kurang suka sih.

Itu tadi pandanganku soal beberapa genre musik ya. Trus kalo mau bicara soal kekuatan musik, yaa they do have some mysterious power sih menurutku. Sebagaimana yang kubilang di atas soal aku ga suka lagu yang temanya kesedihan dan mellow dan aku suka lagu rock, ya it’s part of their power sih menurutku. Kekuatan musik itu, dia bisa mempengaruhi mood kita. Entah si lagunya pake lirik atau engga ya. Trus juga dia bisa kasih sugesti tertentu. Misal, aku kalo dengerin lagu One Call Away di tempat umum seperti toko buku atau kafe dibanding dengerin di HP aja feelnya bisa beda. Contoh lain misalnya lagu Bangbang Wetan yang buat sebagian orang mungkin terdengar mistis sedangkan buat lainnya terdengar relijius. Contoh lain yang lagu lokal modern, banyak sih. Lagu-lagu pop indo kan rata-rata mellow tuh, jadi yang dengerin pun bawaannya mellow. Kalo ga ya lagu-lagunya Didi Kempot yang bikin hati merasa ambyar atau Project Pop yang kebanyakan memberi kesan ceria. Ya itu semua bagian dari Kekuatan Musik sih menurutku.

Nah, setelah tau semua itu, dan tau pengaruh dari lagu-lagu tersebut ke diri kita, ada baiknya kita mulai menyortir lagu-lagu yang akan dikonsumsi telinga dan otak kita. Kalo aku pribadi sih dari dulu udah nyortir lagu-lagu yang aku dengerin, dan tanpa campur tangan atau pengaruh dari orang lain tentunya. Aku sadar betul musik yang aku dengerin bakal ngaruh ke mood dan aku ga mau moodku anjlok jadi yaa aku singkirin tuh lagu-lagu yang mellow atau galau. Ya di playlist sih mungkin ada ya beberapa, tapi biasanya aku skip sih kalo muncul di playlist. Apalagi kalo niatnya pengen naikin mood, keberadaan lagu-lagu itu big no deh buat didengerin. Kalo cuma sedih tapi ga mellow sih masih mending seperti lagu In Pieces punya Linkin Park yang bercerita tentang patah hati tapi ga mellow. So, yea. When you know how these will music will affect you, maka yang harus kamu lakukan adalah memilah lagu apa yang mau kamu dengarkan.

Kayanya segitu aja untuk tulisan hari ini. Kukira bakal pendek, tapi ternyata lumayan panjang dan menurutku udah pas lah sesuai standar. Dah ga jauh beda sama tulisan kemarin-kemarin. Yaudah ya gaes. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Siyu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar