Rabu, 11 November 2020

Day 6. Single and Happy (6/30 DWC)

Hai semua. Kali ini kita masuk ke hari keenam dari 30 Hari Mencari Cinta. Ga deng canda, 30 Days Writing Challenge. So far, so good. Ternyata saya masih bias menjaga konsistensi walau kadang rasa males suka muncul sih. Hehe.

So, tema kita pada malam hari ini adalah.. Single and Happy. Jomblo dan Bahagia. Jangan jomblo deh, “Lajang dan Bahagia”, biar lebih alus.

Kebetulan, saat ini saya sedang single. Lalu apakah saya happy? Well, ada beberapa hal yang bikin happy, dan di sisi lain saya unhappy sih.

Being single and happy berarti kita udah menerima kelajangan kita, entah itu yang udah lajang dari lahir ataupun yang lajang karena abis putus dari seseorang.

Jujur aku agak bingung mau nulis apa di topik ini. Buatku pribadi, single bukan source of happiness sih. Aku tipe orang yang clingy dan cenderung ingin bergantung pada orang lain. Tapi bukan berarti aku ga bisa mandiri ya. It’s just I still want to depend on someone at some point in my life.

If being single could bring happiness, ya menurutku ada beberapa hal sih. Misalnya jadi lebih bisa mandiri, bisa lakuin apapun semau sendiri, tanpa terikat dengan orang lain, bisa dekat dengan siapapun tanpa harus ada rasa bersalah karena mendekati sosok lain. Yes that is happiness for sure.

Sisi lain dari single atau sisi buruknya ya kamu ga bisa curhat, cerita, sharing deep talk dengan siapapun. Ga bisa saling bertukar kisah dengan siapapun. Eh, ya bisa sih sebenernya. Cuma ya rasanya tuh pointless. Ngapain? Ngomongin visi masa depan bareng pacar sama ngomongin itu sama orang yang bukan siapa2 kita tuh beda.

Salah satu sisi positif dari single adalah kita bebas mau ke manapun yang kita suka sendirian kan. Bahasa umumnya, bebas buat me-time. Apalagi kalo sebelumnya dapet pasangan yang clingy, yang maunya ke mana-mana harus sama pacar. Ketika dah single ya kita jadi bebas mau ke manapun yang kita mau dan suka. Bebas aktualisasi diri dan eksplorasi diri. Paling sisi negatifnya jadi ada rasa kesepian. Tapi fungsi me-time kan itu. Merasakan asiknya kesendirian.

Buatku pribadi, single dan happy adalah dua hal yang sulit menyatu. Setelah aku renungi, ya emang ada beberapa hal yang bikin aku ga bisa menikmati kelajanganku. Seperti misalnya, I got nobody. I mean, ya bener-bener sendiri. Bukan sebatang kara juga sih, tapi lebih ke pertemanan. Aku ga punya temen, walau di satu sisi emang aku yang menarik diri dari semua bentuk pertemanan. Ga ada temen, so ga ada temen main, ga ada temen curhat, dsb. Jadi ketika aku kehilangan sosok pacar yang biasanya mengisi ruang itu, ya aku kesepian. Otomatis kalo mau ke mana-mana ya sendiri.

Apakah artinya aku akan mencari lingkar pertemanan baru? Oh tentu tidak. Membentuk lingkar pertemanan biarlah berjalan secara alami. Semua ada masanya, ada waktunya. Untuk saat ini biarlah aku dengan kesendirianku. Soal teman, aku yakin akan datang dengan sendirinya. Entah itu teman kerja atau mungkin nanti tetangga rumah. Kalo ga ya misal ntar gabung komunitas tertentu di masa depan.

Sumpah deh aku bingung banget mau nulis apa di topik ini. Bener-bener bukan sesuatu yang aku kuasai karena aku sendiri struggle buat menemukan happiness dari status single ini. Oiya, kemungkinan alasan lain kenapa aku sulit single and happy mungkin karena aku nganggur. Ga ada pekerjaan dan ga ada hobi jadi ya waktuku abis buat bergalau ria. Bego banget ga sih?

Yaudah kayanya segitu aja buat tulisan kali ini. So far, kayanya ini tulisan terpendek. Tapi aku prediksi ada tulisan yang lebih pendek lagi di masa depan. So, see you in my next post.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar