Selasa, 10 November 2020

Day 5. My Parents (5/30 DWC)

Hwaaa.. ga terasa udah hari kelima aja yak. Tulisan kali ini sepertinya sedikit terlambat seperti pas hari pertama kemaren. Hehe.

Ngga kok, ga males. Ga 100% karena males maksudnya. Padaha; ya aku dah nyanding laptop dari isya tadi sebenernya. Cuma emang baru sempet aja buat ngetik karena dari tadi sosmed rame. Sosmednya mulai aktif bunds, hehe.

Tulisanku pada malam hari ini disponsori oleh Hydro Coco Bits Coconut Lemon Water yang kuambil dari showcase warung punya emak. Hehe. Intermezzo dikit, Hydro Coco Bits nih dia mirip air kelapa dikasih potongan Nata de Coco, mirip capcin gitu sih, sama ada rasa lemonnya dikit. Menurutku sih minuman ini cocok buat kalian yang butuh sedikit energi tambahan. Mulai dari air kelapa yang bisa buat mulihin stamina, lemon yang ada asam-asamnya dikit, trus nata de coco sebagai tambahan serat.

Segitu aja iklannya, lanjut ke pembahasan utama. So, tema tulisan hari kelima ini adalah My Parents. Tentang kedua orang tuaku. Speaking about my parents, jujur aku bingung mau bahas apa. They mean a lot to me. Aku ga akan ada di dunia ini kalo ga ada mereka.

Ortuku ya. Well, first of all, kedua ortuku adalah orang arab murni. Ayahku seorang Al Attas dan ibuku seorang Al Idrus. Mereka berdua adalah saudara sepupu dimana ibu dari ayahku dan ayah dari ibuku adalah kakak adik. So, yea they are blood related. Apakah artinya keluargaku ada yang cacat? Alhamdulillah engga sih. Secara riwayat kesehatan, almarhum kakakku punya penyakit jantung dari kecil yang mungkin bawaan dari keluarga buyutku, tapi ga tau juga sih. Sedangkan anggota keluarga lain ga ada yang punya penyakit berat seperti beliau, insyaallah. Kalopun ada, mungkin keluargaku ada bakat menurunkan penderita depresi, itu pun bisa dibilang penyakit yang wajar dan hampir semua orang pernah mengalaminya.

Secara personal, ayahku adalah sosok lelaki yang bertanggung jawab (setauku sih), disiplin, tekun, giat, suka bersih-bersih, pengayom, bisa jadi panutan dalam beberapa hal. Of course aku ga akan nyebutin sisi buruk beliau ataupun ibuku ya karena biarlah itu menjadi rahasia kami. Alhamdulillah keluargaku termasuk keluarga yang cukup harmonis meski kadang memiliki konflik antar personal. Oiya, ayahku bisa dibilang satu-satunya orang yang aku ga mau cari masalah sama beliau. Terlepas dari rasa takut dan rasa respect, beliau orangnya sangat sabar dan pemaaf jadi aku lebih merasa ga enak ke beliau setiap kepikiran buat melakukan kesalahan. Simply said, aku menganggap beliau the best dad in the world. Well, we see our father that way, aren’t we?

Next, ibuku tentunya. My mom is.. entahlah. Sosok yang paling aku ga pengen menyakiti hatinya tapi aku selalu menyakiti hatinya, hiks. I’m sorry, mom. Sebenernya bonding antara aku sama ibuku lebih dalem daripada aku sama ayahku karena dulu waktu aku kecil ayahku masih kerja di luar kota, sedangkan aku di sini dengan ibuku dan para kakakku. Jika aku harus menjelaskan segala perasaanku dalam satu kata : indescribable. Ibuku terlalu hebat untuk dijelaskan. She is a great woman. Mulai dari perjalanan hidupnya sebagai anak, remaja, sebagai istri, sebagai mantu, bahkan sebagai ibu. Ya walaupun she is kinda annoying as a grandma sih. Kurasa salah satu faktornya ya karena usia sih. Beliau bisa dibilang wanita yang sangat tangguh. Apalagi di usia beliau yang sudah 60 taunan, beliau masih energetic seperti wanita usia 40 taunan padahal yang umur segitu aja banyak yang udah lemah tubuhnya. Ibuku, tentu punya sisi negatif yang pastinya ga akan aku ceritain di sini. I love her because of everything she did to me.

I love my parents. Salah satu hal yang bikin aku dilema saat ini soal apakah aku harus bertahan di sini atau keluar ya mereka juga. Aku ingin keluar kota, minimal aku ingin keluar dari rumah ini. Mungkin nanti aku akan cari tempat tinggal yang masih di kota ini. Cari pasangan yang mau mengerti keadaanku dan mau buat mengalah demi keluargaku. My parents are old. Aku tau aku punya tanggung jawab buat menjaga mereka, so at some point, aku harus mengendalikan egoku. Life is hard, life is harsh. Aku ga tau ke depan bakal gimana. Aku Cuma bisa berdoa yang terbaik buat mereka.

So, itu tadi tulisanku hari ini gaes. Lumayan panjang sih kalo aku bilang. Lumayan mellow ya ternyata. Ya gimana? Namanya juga tulisan yang dibumbui curhatan. Yaudah gaes, sampai jumpa di tulisan selanjutnya. See you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar