Minggu, 22 September 2019

Tips Memilih UKM untuk Mahasiswa Baru

Hai readers. kembali lagi di Jurnal Krembis. Pada kesempatan kali ini aku mau berbagi sedikit pengalamanku selama kuliah. Kalo sebelumnya kita bahas dunia kuliah dari segi akademik, sekarang kita akan bahas dari segi non akademik. Nah, di postingan kali ini aku mau bahas soal pengalamanku berkegiatan dan berorganisasi.

Yup, sesuai judul, aku bakal kasih tips buat kalian yang lagi bingung mau pilih UKM atau sejenisnya. Sama seperti ketika kalian sekolah dulu, masa kuliah ga akan berkesan kalo kalian sekedar kuliah-pulang-kuliah-pulang (kupu-kupu). Jadi, mari kita lihat ada tips apa aja ya buat kalian? Check this out..


 

Oke, sebelum masuk ke pembahasan utama, aku mau tanya. Kalian tau ga sih perbedaan antara UKM, HiMa, dll? Kalo belum, berikut ini pengertian dari organisasi-organisasi tersebut yang dibuat berdasar pengalaman dan pengamatan saya selama kuliah :
  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) = wadah/sarana untuk sekumpulan mahasiswa yang memiliki bakat dan/atau minat di suatu bidang yang sama dan berada dalam naungan kampus.
  • Organisasi kampus = sekumpulan mahasiswa yang memiliki peran sebagai penghubung antara mahasiswa dengan birokrasi kampus dan pemersatu mahasiswa di tingkat yang dinaungi.
  • Himpunan Mahasiswa (HiMa) = sekumpulan mahasiswa yang bersatu atas dasar kesamaan identitas, umumnya berasal dari jurusan atau daerah yang sama
  • Organisasi Masyarakat (OrMas) = sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam sebuah organisasi yang terbentuk di luar naungan kampus, kadang ada member dari luar kampus juga di situ

Nah, setelah tadi kita bahas soal pengertian UKM dan sebagainya, sekarang kita masuk ke inti pembahasan ya. Berikut ini ada beberapa tips memilih UKM untuk kalian para mahasiswa baru dan kakaknya..

  1. Cari UKM yang sesuai dengan passion (minat, bakat, dsb.)
Sebenernya ini ga perlu dijelasin juga sih, tapi apa salahnya kan. Memilih UKM kenapa harus sesuai passion ya biar kalian semangat menjalaninya aja sih. Kalo ga sesuai gimana? Ya kalian bakal ogah-ogahan, males berkegiatan, dan ujung-ujungnya kalian bakal meninggalkan UKM tersebut.
  1. Cari UKM yang tidak banyak menyita waktu
Baiklah kawan-kawanku yang cerdas dan sudah berstatus “maha”, kalian kuliah tujuannya apa ya? Lulus tepat waktu dengan IPK sangat memuaskan kan? Syukur-syukur dapet Cum Laude. Nah, ketika kalian bergabung dalam sebuah UKM yang nantinya bakal banyak menyita waktu kalian, ya kalian kapan belajarnya? Bisa dapet IP 2,5 aja udah bersyukur tuh.
UKM yang ideal tuh selain bisa menambah ilmu dan pengalaman kalian, juga ga terlalu banyak menyita waktu belajar kalian. Tapi ya pada akhirnya itu kembali ke poin no. 1 lagi sih. Passion kalian di situ ga? Kalo emang kalian ada passion di situ dan mau serius, ya tinggal gimana nantinya kalian atur waktu aja sih. Udah mahasiswa kok ga bisa ngatur waktu. Hahaha
  1. Pastikan dapat restu dari kedua ortu
Gaes, kalian kuliah masih pake duit orang tua kan? Ya walaupun mungkin ada di antara kalian yang pake duit sendiri sih. Yang manapun kalian, sebisa mungkin ketika kalian mau bergabung dengan satu UKM, organisasi atau lainnya kalian konsultasi dulu dengan orang tua. Ini baiknya gimana? Kira-kira boleh ga kalian bergabung di situ? Karena ini akan berhubungan dengan ada atau engganya dukungan moril dan keuangan dari mereka.
Selain itu, kalian sangat tidak saya anjurkan untuk bergabung dengan UKM yang terkesan meremehkan keluarga, terutama orang tua kalian. Ada, walaupun mungkin cuma satu atau dua UKM yang anggotanya bisa dengan entengnya bilang “udah ga usah dengerin omongan ortu, bla bla bla” atau “kamu kalo ga ikut acara keluarga ga akan dipecat dari anggota keluarga kok, beda dengan di organisasi” atau kalimat-kalimat serupa. Nah, dari situ kalian bisa melihat bahwa UKM tersebut sudah pasti toxic. JANGAN GABUNG !!
  1. Cari UKM yang ga bikin boros
Gaes, yang namanya mahasiswa itu kebutuhannya banyak. Mulai dari biaya hidup, kos, kuota, transport, dll.  Nah, jangan sampai biaya untuk kebutuhan pokok kalian (terutama makan) berkurang banyak hanya karena kalian memilih UKM yang bikin kalian boros. Boros di sini biasanya mengacu pada UKM yang kalo berkegiatan selalu pakai uang anggota atau ketika kalian jadi member kalian bakal disuruh belanja barang-barang yang harganya sangat menguras rekening. Wah ini sih sangat ga efektif. Mending jangan ikutan kecuali kalian merasa mampu.
  1. Cari UKM yang kegiatannya banyak tapi efektif
Nah ini pasti jadi satu poin alasan kalian memilih sebuah UKM kan? Ga salah kok, tapi kalian harus tau juga kegiatannya seperti apa. Ada UKM yang kegiatannya berfaedah, dan ada yang emang sekedar have fun. Ga salah kok have fun karena kuliah emang lumayan bikin stres. Yang jadi masalah adalah ketika kegiatan-kegiatan tadi mengganggu kewajiban kalian sebagai mahasiswa. Ada baiknya kalian cari UKM yang kalo bikin kegiatan tuh besar sekalian. Jadi poinnya dapet banyak tapi waktu kalian ga kebuang sia-sia.

Merasa ngeri ga sih setelah baca penjelasan di atas? Mungkin setelah ini bakal ada di antara kalian yang bakal bertanya “kak, harus banget ya ikut UKM?” atau “kak, aku harus ikut berapa UKM sih biar bisa lulus kuliah?” dlsb.

Nih dek, aku jelasin ya. Tiap kampus, tiap universitas, tiap fakultas, atau bahkan tiap prodi punya kebijakannya masing-masing. Biasanya, syarat kelulusan itu kalo ga pake nilai Kegiatan Non Akademik, ya pake sistem poin. Kampusku sih alhamdulillah pakenya sistem poin ya, ga tau deh kampus kalian.

Kalo yang sistem poin sih enak. Jadi peserta ospek univ, sekian poin. Peserta ospek fakultas, sekian poin. Ntar jadi member UKM, sekian poin lagi. Tau-tau udah overload aja tuh poinnya saking banyaknya. Kalo dah gitu udah deh tinggal disortir mana yang mau dimasukin, mana yang diilangin.

Dunia perkuliahan tuh bebas. Kalian bisa menjadi sosok siapapun yang kalian suka. Mau kuliah sambil kerja, silahkan. Kuliah sambil ngurus rumah tangga juga boleh kalo emang laku dan mampu. Mau bergaul sana-sini silahkan, mau ngendon di kosan juga ga masalah. Yang penting, kalian coba lah keluar sedikit dari zona nyaman, berbaur, berorganisasi, mengenal beragam karakter manusia, gaya hidup mereka, belajar menjadi bagian dari sebuah masyarakat kampus (civitas academica), belajar menghargai perbedaan dalam masyarakat. Yang introvert, belajar bersosialisasi. Yang ekstrovert, belajar menahan diri.

Sekali lagi, saya ucapkan selamat datang di dunia kampus. Have Fun !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar