Hai readers. kembali lagi di Jurnal
Krembis. Pada kesempatan kali ini aku mau berbagi sedikit pengalamanku selama
kuliah. Kalo sebelumnya kita bahas dunia kuliah dari segi akademik, sekarang
kita akan bahas dari segi non akademik. Nah, di postingan kali ini aku mau
bahas soal pengalamanku berkegiatan dan berorganisasi.
Yup, sesuai judul, aku bakal kasih tips
buat kalian yang lagi bingung mau pilih UKM atau sejenisnya. Sama seperti
ketika kalian sekolah dulu, masa kuliah ga akan berkesan kalo kalian sekedar
kuliah-pulang-kuliah-pulang (kupu-kupu). Jadi, mari kita lihat ada tips apa aja
ya buat kalian? Check this out..
Oke, sebelum masuk ke pembahasan utama,
aku mau tanya. Kalian tau ga sih perbedaan antara UKM, HiMa, dll? Kalo belum,
berikut ini pengertian dari organisasi-organisasi tersebut yang dibuat berdasar
pengalaman dan pengamatan saya selama kuliah :
- Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) = wadah/sarana untuk sekumpulan mahasiswa yang
memiliki bakat dan/atau minat di suatu bidang yang sama dan berada dalam
naungan kampus.
- Organisasi
kampus = sekumpulan mahasiswa yang memiliki peran sebagai penghubung
antara mahasiswa dengan birokrasi kampus dan pemersatu mahasiswa di
tingkat yang dinaungi.
- Himpunan
Mahasiswa (HiMa) = sekumpulan mahasiswa yang bersatu atas dasar kesamaan
identitas, umumnya berasal dari jurusan atau daerah yang sama
- Organisasi
Masyarakat (OrMas) = sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam sebuah
organisasi yang terbentuk di luar naungan kampus, kadang ada member dari
luar kampus juga di situ
Nah, setelah tadi kita bahas soal pengertian
UKM dan sebagainya, sekarang kita masuk ke inti pembahasan ya. Berikut ini ada
beberapa tips memilih UKM untuk kalian para mahasiswa baru dan kakaknya..
- Cari
UKM yang sesuai dengan passion (minat, bakat, dsb.)
Sebenernya ini ga perlu
dijelasin juga sih, tapi apa salahnya kan. Memilih UKM kenapa harus sesuai
passion ya biar kalian semangat menjalaninya aja sih. Kalo ga sesuai gimana? Ya
kalian bakal ogah-ogahan, males berkegiatan, dan ujung-ujungnya kalian bakal
meninggalkan UKM tersebut.
- Cari
UKM yang tidak banyak menyita waktu
Baiklah kawan-kawanku
yang cerdas dan sudah berstatus “maha”, kalian kuliah tujuannya apa ya? Lulus
tepat waktu dengan IPK sangat memuaskan kan? Syukur-syukur dapet Cum Laude.
Nah, ketika kalian bergabung dalam sebuah UKM yang nantinya bakal banyak menyita
waktu kalian, ya kalian kapan belajarnya? Bisa dapet IP 2,5 aja udah bersyukur
tuh.
UKM yang ideal tuh
selain bisa menambah ilmu dan pengalaman kalian, juga ga terlalu banyak menyita
waktu belajar kalian. Tapi ya pada akhirnya itu kembali ke poin no. 1 lagi sih.
Passion kalian di situ ga? Kalo emang kalian ada passion di situ dan mau
serius, ya tinggal gimana nantinya kalian atur waktu aja sih. Udah mahasiswa
kok ga bisa ngatur waktu. Hahaha
- Pastikan
dapat restu dari kedua ortu
Gaes, kalian kuliah
masih pake duit orang tua kan? Ya walaupun mungkin ada di antara kalian yang
pake duit sendiri sih. Yang manapun kalian, sebisa mungkin ketika kalian mau
bergabung dengan satu UKM, organisasi atau lainnya kalian konsultasi dulu
dengan orang tua. Ini baiknya gimana? Kira-kira boleh ga kalian bergabung di
situ? Karena ini akan berhubungan dengan ada atau engganya dukungan moril dan
keuangan dari mereka.
Selain itu, kalian
sangat tidak saya anjurkan untuk bergabung dengan UKM yang terkesan meremehkan
keluarga, terutama orang tua kalian. Ada, walaupun mungkin cuma satu atau dua
UKM yang anggotanya bisa dengan entengnya bilang “udah ga usah dengerin omongan
ortu, bla bla bla” atau “kamu kalo ga ikut acara keluarga ga akan dipecat dari
anggota keluarga kok, beda dengan di organisasi” atau kalimat-kalimat serupa.
Nah, dari situ kalian bisa melihat bahwa UKM tersebut sudah pasti toxic. JANGAN
GABUNG !!
- Cari
UKM yang ga bikin boros
Gaes, yang namanya
mahasiswa itu kebutuhannya banyak. Mulai dari biaya hidup, kos, kuota,
transport, dll. Nah, jangan sampai biaya
untuk kebutuhan pokok kalian (terutama makan) berkurang banyak hanya karena
kalian memilih UKM yang bikin kalian boros. Boros di sini biasanya mengacu pada
UKM yang kalo berkegiatan selalu pakai uang anggota atau ketika kalian jadi
member kalian bakal disuruh belanja barang-barang yang harganya sangat menguras
rekening. Wah ini sih sangat ga efektif. Mending jangan ikutan kecuali kalian
merasa mampu.
- Cari
UKM yang kegiatannya banyak tapi efektif
Nah ini pasti jadi satu poin
alasan kalian memilih sebuah UKM kan? Ga salah kok, tapi kalian harus tau juga
kegiatannya seperti apa. Ada UKM yang kegiatannya berfaedah, dan ada yang emang
sekedar have fun. Ga salah kok have fun karena kuliah emang lumayan bikin
stres. Yang jadi masalah adalah ketika kegiatan-kegiatan tadi mengganggu
kewajiban kalian sebagai mahasiswa. Ada baiknya kalian cari UKM yang kalo bikin
kegiatan tuh besar sekalian. Jadi poinnya dapet banyak tapi waktu kalian ga
kebuang sia-sia.
Merasa
ngeri ga sih setelah baca penjelasan di atas? Mungkin setelah ini bakal ada di
antara kalian yang bakal bertanya “kak, harus banget ya ikut UKM?” atau “kak,
aku harus ikut berapa UKM sih biar bisa lulus kuliah?” dlsb.
Nih
dek, aku jelasin ya. Tiap kampus, tiap universitas, tiap fakultas, atau bahkan
tiap prodi punya kebijakannya masing-masing. Biasanya, syarat kelulusan itu
kalo ga pake nilai Kegiatan Non Akademik, ya pake sistem poin. Kampusku sih
alhamdulillah pakenya sistem poin ya, ga tau deh kampus kalian.
Kalo
yang sistem poin sih enak. Jadi peserta ospek univ, sekian poin. Peserta ospek
fakultas, sekian poin. Ntar jadi member UKM, sekian poin lagi. Tau-tau udah
overload aja tuh poinnya saking banyaknya. Kalo dah gitu udah deh tinggal
disortir mana yang mau dimasukin, mana yang diilangin.
Dunia
perkuliahan tuh bebas. Kalian bisa menjadi sosok siapapun yang kalian suka. Mau
kuliah sambil kerja, silahkan. Kuliah sambil ngurus rumah tangga juga boleh
kalo emang laku dan mampu. Mau bergaul sana-sini silahkan, mau ngendon di kosan
juga ga masalah. Yang penting, kalian coba lah keluar sedikit dari zona nyaman,
berbaur, berorganisasi, mengenal beragam karakter manusia, gaya hidup mereka,
belajar menjadi bagian dari sebuah masyarakat kampus (civitas academica),
belajar menghargai perbedaan dalam masyarakat. Yang introvert, belajar
bersosialisasi. Yang ekstrovert, belajar menahan diri.
Sekali lagi, saya ucapkan
selamat datang di dunia kampus. Have Fun !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar